PENYAKIT HERPES

Oleh : dr. Melok Tin Hartini, M. Kes, Sp.KK

 

DEFINISI HERPES

Herpes adalah penyakit infeksi virus yang ditandai adanya pembentukan gelembung-gelembung berisi air (seperti kulit melepuh) berukuran kecil dan berkelompok, dapat menyerang kulit maupun mukosa. Orang awam menyebutnya dengan dampa / dompo. Penyakit herpes dibedakan 2 macam: Herpes Simplek (Oralis – Genetalis) yang disebabkan oleh Herpes Simpleks  Virus 1-2 (HSV1-2) dan Herpes Zoster yang disebabkan oleh Varicella Zoster Virus (VZV). Info Sehat kali ini hanya menjelaskan tentang Herpes Zoster saja.

  1. A.   HERPES ZOSTER

Herpes zoster disebabkan oleh kebangkitan kembali virus varisela-zoster (penyebab cacar air) yang menetap laten di akar saraf. Siapa pun yang pernah menderita cacar air di masa lalu dapat terkena herpes zoster. Virus ini tidak sepenuhnya pergi setelah cacar air sembuh. Sejumlah virus tetap bertahan di akar-akar saraf namun tidak menimbulkan kerusakan dan gejala. Karena suatu hal, virus ini kembali berkembang biak dan bergerak menuju kulit sehingga menyebabkan herpes zoster.

Gejala, pada permulaannya herpes zoster akan menyebabkan sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu dan lemah. Gejala yang khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa dirasakan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Nyeri akan terasa di bagian tubuh yang sarafnya terpengaruh. Nyeri ini berkisar dari ringan sampai berat berupa rasa pegal, terbakar atau menusuk-nusuk. Kulit di bagian tubuh yang terkena biasanya terasa lunak. Beberapa hari kemudian timbul bintik kecil kemerahan pada kulit. Bintik-bintik ini lalu berubah menjadi gelembung-gelembung transparan berisi cairan, persis seperti pada cacar air namun hanya bergerombol di sepanjang kulit yang dilalui oleh saraf yang terkena. Bintik-bintik baru dapat terus bermunculan dan membesar sampai seminggu kemudian.

Pada awal terinfeksi virus tersebut, pasien akan menderita rasa sakit seperti terbakar dan kulit menjadi sensitif selama beberapa hari hingga satu minggu. Penyebab terjadinya rasa sakit yang akut tersebut sulit dideteksi apabila ruam (bintil merah pada kulit) belum muncul. Ruam mulai muncul dari lepuhan (blister) kecil di atas dasar kulit merah dengan lepuhan lainnya terus muncul dalam 3-5 hari. Lepuhan atau bintil merah akan membentuk pola seperti pita pada area kulit. Saraf di kulit dada atau perut dan wajah bagian atas (termasuk mata) adalah yang paling sering terkena. Herpes zoster di wajah seringkali menimbulkan sakit kepala yang parah sehingga otot wajah untuk sementara tidak dapat digerakkan.

Siapa yang dapat terkena? Terjadi pada siapa pun di usia berapapun. Sekitar 1 dari 5 orang pernah terkena herpes zoster pada suatu saat dalam hidupnya. Dalam kebanyakan kasus, serangan herpes zoster terjadi tanpa alasan yang jelas. Kadang-kadang stres atau sakit dapat menjadi pemicunya tetapi lebih umum terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun dan yang memiliki sistem kekebalan lemah.

Cara penularan? Herpes zoster ditularkan antar manusia melalui kontak langsung, salah satunya adalah transmisi melalui pernapasan sehingga virus tersebut dapat menjadi epidemik di antara inang yang rentan.

Pengobatan? Pengobatan terhadap herpes zoster terdiri dari tiga hal utama yaitu pengobatan infeksi virus akut, pengobatan rasa sakit akut yang berkaitan dengan penyakit tersebut dan pencegahan terjadinya nyeri saraf setelah sembuh dari herpes. Sementara untuk pengobatan lesinya (area kulit yang sakit) sebaiknya diusahakan agar glembung-glembung tidak pecah dan untuk mengurangi rasa gatal diberikan bedak salsil 2% atau bedak kaladin. Bila gelembung pecah atau basah dapat diberikan kompres larutan antiseptik.

Pencegahan? Dapat dilakukan dengan: a) Mengenal lebih dalam seluk-beluk penyakit ini, b)Menjaga kondisi fisik dan menghindari stres psikis, c) Menjaga mutu gizi dan kondisi badan dengan baik, d) pertimbangan pemberian vaksinasi.

Komplikasi ? Herpes zoster tidak menimbulkan komplikasi pada kebanyakan orang. Bila timbul komplikasi, hal-hal berikut dapat terjadi: 1) Komplikasi yang paling umum adalah nyeri saraf pasca herpes. 2) Infeksi kulit, kadang-kadang lepuhan terinfeksi oleh bakteri sehingga kulit sekitarnya menjadi merah meradang. 3) Masalah mata, Herpes zoster pada mata dapat menyebabkan peradangan sebagian atau seluruh bagian mata yang mengancam penglihatan. 4) Kelemahan / layuh otot pada saraf yang terkena, dampaknya adalah saraf motorik dan saraf sensorik yang sensitif. Hal ini dapat menimbulkan kelemahan  pada otot-otot yang dikontrol oleh saraf.

Tips perawatan? Tip perawatan yang dapat dilakukan adalah:

1) Nyeri awal dapat berkurang dengan mengompres bagian badan yang terkena dengan es batu (yang dibungkus dalam kain atau plastik).

2) Tetaplah mandi seperti biasa, karena bakteri di kulit dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air.

3) Hindari pecahnya gelembung cacar air agar tidak meninggalkan parut permanen dengan: Tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras setelah mandi, Memberikan bedak talk yang mengandung menthol atau salisil pada lepuhan untuk mengurangi gatal, Menutup lepuhan dengan kain kasa yang lembut, Memakai pakaian katun yang longgar untuk mengurangi gesekan dengan kulit yang terkena.

4) Cuci tangan Anda dengan sabun dan air jika Anda telah menyentuh lepuhan kulit. Hindari bersentuhan dengan bayi dan anak-anak yang belum menderita cacar air, wanita hamil, orang yang sakit serius, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Please follow and like us:



Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <s> <ins> <strong>